Mengapa sebaiknya minum Chlorophyll Plus Guarana​?

Faktor lingkungan kini dikenal secara umum dan diyakini sebagai penyebab yang paling memungkinkan terjadinya penyakit dari segala jenis penyakit ‘Degeneras1’ termasuk Kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan bahwa 25-33% dari semua penyak1t dibebankan pada masalah lingkungan. Hal ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya produksi kimia yang mencemari lingkungan. Sebagai hasil akhir adalah bahwa, senyawa racun (tosik) akibat polusi menjadi penting artinya di dalam resiko menjaga kesehatan.

SOLUSI

Secara teori dikatakan bahwa untuk melakukan penawaran racun (detoksifikasi) seyogyanya harus dilakukan oleh tubuh/ dari dalam tubuh sendiri. Namun karena jumlah toksin dalam tubuh sudah sedemikian  banyak  dan  menumpuk  secara akumulatif, maka harus ada senyawa yang tambahan ke dalam makanan untuk dapat melakukan “Detoksifikasi ” tersebut.

Sejumlah senyawa alami terdiri dari kombinasi ion mineral sebagai inti ikatan yang lalu terikat oleh molekul organik yang besar, terdiri dari Karbon (C) ; Hidrogen (H) dan unsur lainnya seperti Nitrogen (N) serta Oksigen (0). Salah satu formula senyawa yang dimaksud tersebut di atas adalah yang kita kenal sebagai “CHLOROPHYLL”, yaitu zat warna (pigmen) hijau daun. Di dalam Chlorophyll, ion mineral sebagai inti adalah Magnesium (Mg), dan molekul organik besar itu adalah Porphyrin. Phorphyrin terdiri dari 4 atom Nitrogen yang masing masing terikat pada Magnesium dalam bentuk tatanan segi empat. Terdapat banyak macam Chlorophyll, namun salah satu bentuk yang dibicarakan disini adalah yang bentuk alfa (seperti yang digambarkan di bawah ini

Seperti yang kita lihat bahwa pada struktur di atas, tidak ada unsur Chlor (Cl) walaupun menggunakan nama Chlorophyll. Chloro memang berasal dari bahasa Yunan i Chloros yang berarti kuning kehijauan. Nama unsur Chlor berasal dari bahasa yang sama juga, dimana unsur chlor adalah gas yang berwarna kuning kehijauan.

Chlorophyll merupakan senyawa organik alami yang sangat penting di alam. Memiliki kemampuan untuk merubah energi matahari menjadi energi kimia melalui proses yang disebut dengan “Fotosintesa”. Di dalam proses fotosintesa, energi sinar matahari yang diserap Chlo rophyll, merubah Karbon dioksida (CO2) dan Air (H20) menjadi senyawa Hidrat arang (ula) dan Oksigen (02). (Pada reaksi nampak (CH20 ) yaitu merupakan formula dan senyawa hidrat arang) Energi kimia yang diperoleh melalui proses fotosintesa, membentuk hidrat arang (senyawa gula) dipergunakan oleh untuk berbagai reaksi ‘Biokimiawi’ pada hampir semua kehidupan.

Di dalam proses fotosintesa, karbon dioksida (CO2) tereduksi oleh air, dalam arti kata lain bahwa ada elektron dari air (H20) yang dipindahkan ke karbon dioksida. Proses pemindahan ini diprakarsai oleh Chlorophyll. Ketika Chlorophyll menyerap energi sinar matahari , ada elektron di dalam Chlorophyll yang dibangkitkan dari energi yang lebih rendah ketingkat energi yang lebih tinggi. Pada tingkat energi yang lebih tinggi inilah, elektron menjadi lebih mudah dipindahkan ke molekul lain. Ini adalah awal dari satu langkah perpindahan elektron, yang diakhiri dengan berpindahnya elektron ke Karbon dioksida. Di lain pihak Chlorophyll yang sedang memberikan atau memindahkan elektron mampu menerima elektron dari molekul lain. Dan inilah akhir dari proses pemindahan elektron dari air. Jadi, Chlorophyll merupakan perantara dari sebuah proses fotosintesa yang pada dasarnya merupakan sebuah reaksi biokimiawi (reaksi oksidasi-reduksi) antara karbon dioksida dan air.

Molekul lain dengan struktur serupa Chlorophyll, dan memiliki kerja dan fungsi yang sama di dalam proses reaksi biokimia oksidasi-reduksi adalah Heme. Hemoglobin, juga terdiri dari rantai porphirin seperti pada Chlorophyll tetapi yang menjadi inti pengikatnya adalah ion dari unsur besi (Fe). Heme berwarna merah terang yang terdapat pada sel darah merah dari hewan bertulang belakang, termasuk manusia. Hemoglobin adalah ikatan antara heme dengan protein globin. Hemoglobin dapat mengikat oksigen yang ada di  dalam organ pernapasan, dan dapat melepas­kannya ketika sampai pada sel organ bersangkutan yang membutuhkannya. Di dalam sel otot namanya berubah menjadi myoglobin, mampu melepas oksigen sebagai elektron untuk terjadinya pembentukan energi melalui reaksi oksidasi-reduksi.

Bentuk lain yang mempunyai kemiripan dengan Chlorophyll adalah vitamin B12. Vitamin B12 mengandung inti mineral Cobalt sebagai pengikat porphirin, seperti juga heme, memiliki warna merah terang, penting sebagai perantara penyerapan makanan di dalam saluran pencernaan makanan.

Proses sesungguhnya fungsi vitamin B12 untuk fungsi ini belum sepenuhnya diketahui. Karena vitamin B12 tidak dibentuk di dalam tanaman, maka sebab itu masyarakat vegetarian (hanya makan makanan sayuran dan buah buahan saja) kerap mengalami kekurangan vitamin B12.

Kekuatan warna yang ditampilkan Chlorophyll nampaknya cukup berguna sebagai zat warna (alami) hijau yang kerap diperdagangkan dan dipergunakan untuk memberi warna pada sabun dan berbagai keperluan kosmetik.

Chlorophyll memiliki spektrum warna yang kuat dalam hal menarik warna merah dan biru-ungu. Karena memliiki kekuatan menyerap warna merah dan biru-ungu itulah kemudian di dalam pemantulan cahaya menampilkan warna hijau.

Artikel Terkait

Penggunaan kini dan masa yang akan datang

Sea Cucumber mengandung protein bermutu tinggi, mineral, mukopolisakharida, peptida dan . . .

CETAK
SHARE
SHARE
Email
Twitter