Get the best

Ginkgo Plus

Problem Umum

Sejak sekitar 3000 — 5000 tahun sebelurn Masehi, berbagai penyakit seperti penyakit saluran pernapasan sudah dikenal terutama oleh para ahli pengobatan China. Perkembangan pengetahuan kesehatan seiring dengan bertambah dikenalnya macam penyakit membuat para ahli pengobatan menjadi semakin kewalahan menanganinya. Berbagai penyakit “degenerasi” (penyakit penurunan fungsi—proses penuaan) bermunculan seiring dengan kernajuan teknologi yang akhir-akhir ini tidak dapat dielakan lagi. Usia harapan hidup manusia rnenurun tajam, tetapi dibalik itu semua justru pengobatan  seakan tak mampu, bahkan tidak memberikan harapan apa-apa

Sebagian masyarakat hanya bisa merenungkan nasibnya, tetapi masyarakat maju yang penuh dengan inovasi (pembaharuan) hidup, akan mencari upaya agar tragedi degenerasi yang mungkin menimpa kerabat, sanak saudara atau orang tuanya tidak terjadi pada dirinya. Mungkin pikiran ini juga terlintas pada anda bukan? Berbagai upaya seperti mengkonsurnsi makanan dan minuman yang bergizi, berupaya untuk hidup seimbang (cukup kerja dan istirahat yang diikuti olah raga yang rutin sesuai kemampuan dan ketrampilannya) dan bermukim di tempat yang nyaman, aman serta tentram. Namun segala upaya diatas belumlah cukup untuk menghindari degenerasi, sebab pada zarnan modern yang sarat dengan kemajuan teknologi, manusia takkan terlepas dari yang namanya “POLUSI”. 

Polusi

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa polusi bagaikan bayangan yang selalu bahkan terus menerus mengikuti kita kemanapun kita pergi. Dengan kata lain, polusi tidak bisa kita hindari atau kita tolak keberadaannya.

Polusi bukan saja dalam hal udara, tetapi kini sudah banyak beredar polusi makanan dan minuman yang jelas dapat menghambat pertumbuhan, den perkembangan sel. Bahkan polusi dapat mempercepat proses kematian sel tanpa ada penggantian yang sesual sehingga kematian sel lebih banyak terjadi daripada yang rnenggantikan, dengan segala akibat fungsi organ juga terganggu, bahkan kerap terjadi kegagalan.

Melawan Polusi Melalui Kekuatan Tubuh Sendiri

Para ahli pengobatan China sudah sejak ribuan tahun sebelum Masehi telah menggunakan berbagai ramuan tumbuhan untuk tujuan pengobatan, antara lain tumbuhan yang dikenal sebagai “Ginkgo Biloba”. Buahnya diketahui dan digunakan terutama untuk mengobati berbagai penyakit saluran pernapasan. Pada zaman modern daunnya kini sering digunakan, sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran yang dimulai di daratan Eropa. Ginkgo biloba terrnasuk tumbuhan pohon tertua di muka bumi. Sebuah pohon dapat hidup sekitar 1.000 tahun lamanya. Ginkgo tumbuh paling banyak di daratan selatan dan timur Amerika Serikat. Prancis selatan, daratan China dan Korea. Dan kini daunnya dipakai untuk kepentingan makanan kesehatan. Banyak produsen makanan kesehatan yang memproduksi ginkgo biloba, namun yang terbaik adalah bila prosesnya melalui ekstraksi kering dari daun ginkgo.

Berbagai Pendapat, dan Penelitian

Sebuah penelitian sederhana dengan pemberian ginkgo selarna 3 bulan, menunjukan peningkatan produk insulin oleh organ pankreas, tetapi tidak mempengaruhi kadar gula pada orang normal. Penelitian ini menunjukan bahwa tidak adanya penurunan kepekaan hormon Insulin yang kerap terjadi pada penderita Diabetes Mellitus (kencing manis) bila mengkonsurnsinya dalam waktu jangka panjang. Selain itu juga tidak menunjukan resiko apapun terhadap terjadinya gangguan kesehatan.

Pada beberapa penelitian uji coba lainnya yang lebih teliti, ternyata pemberian ginkgo sebagai supplemen – makanan tambahan/kesehatan tidak memberikan efek buruk apa pun setelah pemberian selama 12 bulan berturut-turut. Masyarakat harus pandai memilih dan menentukan supplemen apa yang patut dikonsumsi, terutama untuk para Lansia (Usia Lanjut) Ginkgo Biloba panting dikonsumsi karena pada golongan usia ini, kerap mengalami masalah pada pembuluh darah yang memberikan resiko berbagai penyakit serius seperti “Stroke”. Perlu diperhatikan penggunaan Ginkgo Biloba pada penderita yang akan merencanakan operasi, karena Ginkgo dapat mengakibatkan waktu pendarahan yang memanjang.

Kandungan Penting dari Ginkgo dan Khasiatnya

Ekstrak Ginkgo biloba terdiri dua bagian aktif:

  1. Flavonoid (Ginkgo-flavone glycosides) 

    Merupakan 24% dari hasil ekstrak yang memiliki khasiat meningkatkan aliran darah ke Otak dan seluruh organ tubuh, serta memiliki efek antioksidan kuat dan aktif. Karena khasiatnya dalam hal memperlancar aliran darah, maka ginkgo juga dapat digunakan untuk kelainan penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti kasus atherosklerosis dan stroke, Antioksidannya dapat mencegah berbagai masalah degenerasi yang mengenai mata dan otak.

    Berbagai penelitian telah menunjukkan adanya perbaikan terhadap penderita degenerasi acular dan retinopati diabetik. 

  2. Terpenoid (tepene lactones) di dalam ekstrak ginkgo terdiri dari ginkgolides dan bilobalide. Merupakan 6% dari hasil ekstrak. Telah diketahui bahwa khasiatnya di dalam hal melancarkan aliran darah baik ke otak maupun bagian tubuh lainnya dan juga memberi perlindungan terhadap sel otak.
  3.  

Mencegah Terjadinya Pembekuan Darah

Menghambat aktifitas faktor pembekuan darah “Platelet Activating Factor” (PAF). Ginkgo juga diketahui dapat memberikan perbaikan terhadap proses berpikir dan daya ingat baik untuk orang normal, maupun yang telah mengalami kemunduran degenerasi seperti pada penderita Alzheimer. Setiap tablet Ginkgo Diamond Worldwide mengandung 40mg ekstrak kering tumbuhan Ginkgo biloba

Khasiat dan Fungsi Utamanya

  • Membuka bendungan dan penyempitan pada pembuluh darah kapiler.
  • Meningkatkan daya ingat dan fungsi Otak.
  • Menormalkan fungsi sel-jaringan-organ dengan meningkatkan peredaran darah.
  • Mengencerkan bekuan darah agar dapat meningkatkan sirkulasi darah.

Ginkgo Biloba Dalam Penggunaan Klinis Berkhasiat Menurunkan Resiko Terhadap :

  1. Demensia = Kemunduran cara berpikir akibat penuaan.
  2. Penyakit Alzheimer (tingkat awal) = Degenerasi sistem saraf.
  3. Glaukoma (gangguan tekanan bola mata yang meningkat)
  4. Intermittent claudicatio = Keluhan nyeri disertai rasa lamas pada tungkai dan telapak kaki ketika berjalan, hilang pada waktu istirahat. Biasanya akibat aliran darah yang tidak sempurna menuju otot.
  5. Depresi tekanan jiwa pada orang tua
  6. Gangguan ereksi – lemah syahwat.
  7. Degenerasi Macular = Gangguan pada lapang pandang, akibat tegadinya kelainan pada bintik buta di Bagian retina mata.
  8. Schizophrenia = Salah satu jenis gangguan jiwa berat dimana terjadi keretakan di dalam alam pikir-perasaan-prilaku
  9. Vertigo = Gangguan keseimbangan yang ditandai dengan pusing
  10. Vitiligo = Timbulnya bercak putih pada kulit yang mungkin melebar tanpa diketahui penyebabnya
  11. Asthma
  12. Atherosklerosis= Proses pengkakuan pembuluh darah.
  13. Gangguan pendengaran (Cochlear akut)
  14. Diabetes Melitus (Kencing manis)
  15. Memperbaiki daya ingat (pada orang normal)
  16. Penyakit Maniere = Gangguan pada organ telinga bagian dalam yang menimbulkan pusing, bunyi desing dan tuli.
  17. Migrain—Sakit kepala
  18. Multiple sklerosis = Kelainan yang timbul pada selaput saraf di otak dan sumsum tulang belakang yang menimbulkan kelumpuhan atau gemetar pada otot anggota tubuh ketika melakukan gerakan m
  19. Sindroma Menstruasi
  20. Penyakit Raynaud = Kelainan pembuluh darah khususnya yang mengalir ke jari-jari tangan dan kaki dimana terjadi penyempitan, terutama bila terkena dingin diikuti pucat, kebiruan dan memerah. Kerap juga diikuti rasa nyeri yang hebat bahkan pada kasus lanjut dapat menimbulkan tukak gangren,
  21. Retinopati = Renyakit yang menyangkut retina mata—menimbulkan buta.
  22. Tinnitus = Bunyi yang tidak nyaman berasal dari dalam telinga, disebabkan karena adanya kelainan pada saraf pendengaran, dan atau yang menyangkut organ pen Biasanya hanya terjadi pada telinga yang terjadi kelainan saja.
  23.  

Efek Samping dan Interaksi Terhadap Obat

Terjadinya pendarahan hebat pada beberapa pengkonsumsi Ginkgo Biloba telah dilaporkan, narnun penyebabnya dan hubungannya dengan Ginkgo Biloba tidak terbukti. Laporan lainnya datang dari dua Lansia penderita ayan (epilepsi) terkontrol, setelah mengkonsumsi Ginkgo Biloba selama 2 minggu kejangnya mulai timbul kembali. Keluhan sakit kepala ringan timbul 1 – 2 hari setelah konsumsi Ginkgo Biloba, selain itu juga ada laporan dari beberapa pengguna Ginkgo berupa nyeri lambung ringan yang datang sekonyong konyong.

Daun Ginkgo yang kini diketahui memiliki senyawa racun yaitu alkylphenol, kini ekstrak Ginkgo yang diproduksi untuk makanan kesehatan tidak lagi mengandung senyawa racun tersebut (<5 ppm) dan telah melalui pengawasan yang ketat. Janis ginkgo lainnya mungkin mengandung kadar senyawa alkylphenol yang lebih tinggi.

Produk”Ginkgo plus” dari DnG Worl Wide bebas racun yaitu alkylphenol. Itulah sebabnya kini efek samping yang pernah terjadi di atas tidak lagi terdengar.

Interaksi Terhadap Obat-obatan Yang Tejadi Adalah Terhadap :

Warfarin (Caumarin), aspirin, obat antiplatelet Beberapa jenis herbal seperti : feverfew, garlic, ginseng, dong quai, red clover, dan coumarin alami. (Maksud interaksi disini = menguatkan khasiat atau efek kerja obat).

Aturan Pemakaian

Untuk berbagai pencegahan proses degereras, dibutuhkan dosis sebanyak 120 s/d 240 mg per hari, dibagi dalam 2 sampai 3 kali pemberian.

  1. Untuk orang dewasa (lansia) : 3 x 1 – 2 tablet sehari.
  2. Untuk orang dewasa muda : 3 x 1 tablet sehari.
  3. Untuk anak anak usia sekolah : 1 – 2 x 1 tablet sehari.

Untuk berbagai kasus penyakit dosis tersebut di atas dapat ditambahkan sesuai kebutuhan dan anjuran dokter konsutan anda.